Lelaki itu….

LELAKI ITU……

Seorang lelaki yang di puja, di banggakan dan dicintai keluarganya. Ketika anak-anaknya kecil dia selalu menemani mereka baik senang atau susah. Ketika anaknya susah tidur dan nonton TV sampai malam sekalipun dia selalu menemaninya dengan penuh kesabaran, tak pernah terlontar kata-kata marah kepada anaknya, ketika anak-anaknya sakit dia selalu menanyakan keadaan dan mengobati dgn sabar walau hanya pusing sekalipun,selalu tersenyum walau anaknya nakal dan menjengkelkan sekalipun.

Kenapa..??? apa yang dirasakn??pertnyaan itu selalu muncul dikala anaknya murung,sedih. Bukan main..tidak ada cela untuknya. Duduk tafakur ,dzikir, membaca qur’an dengan memakai baju gamis putih,sorban, dan peci putih itulah kebiasaannya seandainya dia berada di rumah. Sesulit apapun masalah di rumahnya selalu dia hadapi dengan tenang, bijak dan tanpa menimbulkan masalah baru, walaupun dia mempunyai penyakit yang mematikan yaitu jantung dia tidak pernah mengeluh dan selalu berusaha berobat ( begitulah manusia diciptakan harus berusaha dan jangan putus asa..itulah kata-kata yang selalu dia lontarkan apabila keluarganya menghawatirkan keadaannya).

“hidup itu harus penuh semangat, bekerja sebaik mungkin,muamalah dengan sesama harus dijaga tapi jangan pernah meningglkan ibadah sesibuk apapun” itulah pesan yang selalu dia sampaikan pada keluarganya. Beliau mendidik keluarganya hanya dengan kebiasaan2 baik yang dilakukannya, mulai dari muamalah dengan sesama tak pernah dia bedakan kasta,agama or politik, dia hanya berfikir manusia di dunia adalah sama dihadapan Allah dan yang membedakan hanya amal sholehnya. Dalam keluarga dia selalu demokratis dan tak pernah mengecilkan pendapat anaknya sekalipun. Bangun dan selalu berdiri tuk qiyamullail bersama isterinya dan anaknya…betapa indah….suatu didikan yang luar biaasa, penuh kelembutan dan tanpa kekerasan……betul2 didikan yang membekas di hati keluarganya dan saaaaangat indah..!!! ungkapan takjub yang tak kan pernah hilang seandainya mengingatnya.

Itulah bapa ku…..sayang..kami harus kehilangan beliau pada malam jumat tgl 20 bulan ramadhan th 2006 selepas beliau tausiyah dan memimpin doa majlis di mesjid dalam acara khatam quran tanpa isyarat apapun dan tidak ada yang menyangka sekalipun..itulah taqdir yang Allah gariskan untuknya dan untuk kami. “Allahumma ajirnan fii musiibatinaa wakhlifna khoiron minha”. semoga Allah memberikan tempat yang paling baik di sisi Nya..

Bayangan lelaki itu sangat indah…dalam mimpi sekalipun dia selalu tersenyum penuh kedamaian dan kesabaran, seolah-olah berkata ” Bapa baik-baik saja..jaga mamah,saudara dan keluargamu ya??? Ah… bapa, ga akan pernah kn ku lupakan semua kebiasaanya.., seperti baru kemarin..

Semoga kami dapat mencontoh keteladanannya dan membawa kami ke husnul khotimah kami….itulah cita-cita haqiqi..!!!!

Lelaki itu…….apakah masih ada lelaki seperti itu ??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: